Wednesday, December 25, 2013

Pembatalan Tiket Kereta Api di Stasiun Senen (Part 1)

Hari minggu lalu saya pergi ke Stasiun Pasar Senen untuk melakukan pembatalan tiket kereta. Pendek cerita, saya harus menggagalkan rencana jalan-jalan akhir tahun saya di Yogyakarta karena di tanggal yang saya pilih, yang tadinya saya kira akan diliburkan oleh kantor, ternyata masuk kerja seperti biasa. Hufft, sedih sih tapi rasanya lebih berat lagi kalau saya harus unpaid leave (cuti dengan potong gaji). Sayang bok, kan bisa jadi modal jalan-jalan di lain hari hahaha.

Setelah puas melalui perjalanan menggunakan bus Transjakarta selama 2 jam, saya disambut oleh pemandangan stasiun yang ramai penuh dengan orang-orang yang akan berangkat mudik. Hal pertama yang menyita perhatian saya adalah...

Self check-in counter!



Seperti di bandara, sekarang udah ada self check-in counter di Stasiun Senen! Bentuknya gak seperti check-in counter di bandara yang berbentuk ala kios informasi gitu, masih berupa layar touch screen yang cukup besar ditaruh di atas meja plus printer tiket di sampingnya, di bawah meja terlihat CPU dan tumpukan kertas tiket yang belum dicetak. Dengan bermodal nomor booking dan nomor ID/telepon, kita bisa langsung print tiket! Setelah menginput data-data tersebut, langsung ter-load informasi tiket kita sekaligus tombol print tiket. Loading-nya sama sekali gak lama pula. Seneng!

Ohya kenapa saya nge-print tiket? Karena tiket adalah salah satu syarat dokumen yang harus dibawa ketika kita mau membatalkan tiket kereta. Gak boleh cuma kwitansi pembayaran aja. Jadi dokumen yang diperlukan untuk pembatalan tiket kereta adalah: tiket, fotokopi KTP (sesuai nama booking), dan formulir pembatalan tiket yang disediakan di dekat loket atau di ruang Customer Service di dekat self check-in counter.



Khusus di Stasiun Senen, Pembatalan Tiket bisa dilakukan di Loket 3 sampai 5. Pas saya di sana kemarin, yang beroperasi hanya Loket 4 dan 5. Saat mulai mengantri, di depan saya kira-kira ada 6-7 orang. Setelah menunggu beberapa lama, ternyata oh ternyata, setiap orang bisa menghabiskan waktu 5-15 menit! Nih, begini antriannya.


Antrian Loket Pembatalan

Setelah satu jam lebih berdiri lemas (karena belum makan siang), akhirnya beres juga proses pengajual pembatalan tiket. Uang yang akan kembali hanya 75 persen dari harga tiket karena 25 persennya dipotong untuk administrasi. Gapapa deh ya, dari pada gak balik sama sekali. Uang pun baru bisa cair 30-45 hari kemudian, bisa diambil langsung di loket atau transfer bank. Saya memilih ambil langsung bulan depan dengan membawa bukti pembatalan yang diberi oleh petugas loket.

Menerjang gerimis, naik bus Transjakarta 2 jam berangkat dan 2 jam pulang, dan ngantri satu jam lebih cukup bisa membuat saya tepar malamnya. Tapi suasana stasiun dan jalanan yang syahdu karena gerimis dan mendung yang tak berkesudahan meninggalan kesan yang cukup menyenangkan di hari itu :)

PS: Baca lanjutan ceritanya Pengembalian Tiket di sini.

No comments:

Post a Comment