Pada Hari Raya Imlek 2014 yang lalu, saya dan teman saya Fathia mengunjungi area Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, yang terkenal sebagai daerah pecinan di Jakarta. Cara kesini gak sulit, cuma naik bus Trans Jakarta koridor 1 dan turun di halte Glodok. Selanjutnya kita bisa
berjalan kaki sedikit dan sampailah kita ke area Petak Sembilan yang tersohor itu.
 |
| Gerbang masuk Klenteng Jin Ye Duan (Wihara Dharma Sakti). |
Klenteng Jin Ye Duan atau
Kim Tek Ie ini adalah salah satu klenteng tertua di Jakarta yang dibangung pada tahun 1650. Menurut sejarah, tahun tersebut adalah masa-masa awal VOC berdiri. Udah lama banget kan berarti?!
 |
| Halaman kelenten yang dipenuhi pengemis dari berbagai daerah. |
Di halaman kelenteng, banyak pengemis datang dan
stand by sejak malam untuk menerima angpao dari para pengunjung. Pengurus kelenteng menyiapkan pembatas supaya suasana tetap tertib dan teratur.
 |
| Salah satu ibu yang menunggu di halaman klenteng sejak sore hari sebelum malam pergantian tahun Imlek. |
 |
| Pintu depan Klenteng Jin Ye Duan. Salah satu klenteng tertua di Jakarta. |
 |
| Selain pengguna & pengurus klenteng dan turis, para wartawan dari media cetak maupun televisi juga memenuhi area Klenteng Petak Sembilan di kala Imlek. |
Kelenteng Jin Ye Duan yang sudah berumur ratusan tahun ini, sudah menjadi situs budaya yang dilindungi pemerintah. Hebatnya, bangunan awal masih kokoh berdiri walau sempat dipugar dan ditambah bangunan lain di sekitarnya.
Setelah memberi donasi dan mengucapkan selamat hari Imlek ke salah satu koko pengurus kelenteng, saya diberi amplop mini berisi beberapa koin di dalamnya. Kata kokonya, ini pembawa kehokian kalau ditaruh di celengan ataupun dompet. Haha, percaya gak percaya sih ya. Yang jelas, senang banget bisa melihat perayaan Imlek di salah satu kelenteng tertua Jakarta (mungkin juga Indonesia) yang bernilai sejarah tinggi.
Main-main ke area pecinan lain sekitar Jakarta seru nih kayaknya! Yuk lah! :D
No comments:
Post a Comment