Kata orang-orang sih, Papandayan cocok banget untuk pendaki pemula karena jalurnya yang nggak terlalu panjang. Maka dari itu pula, 2 hari weekend cukup untuk pendakian plus perjalanan bolak-balik Jakarta-Garut yang memakan waktu 6 jam menggunakan bus Primajasa yang mangkal di terminal Lebak Bulus.
Setelah menghabiskan sisa malam dan subuh di masjid yang gak jauh dari terminal Guntur, kami menyewa angkot menuju Pasar Cisurupan. Di area ini, sudah banyak mobil pick-up yang siap mengantar kita menuju pos pertama pendakian dengan ongkos 20 ribu rupiah perorang. Perjalanan naik pick-up ini luar biasa sensasinya karena jalanan yang kita lewatin itu super jelek dan rusak!
![]() |
| Siap-siap di pos pertama |
Selain track-nya yang tidak terlalu panjang (estimasi 3-4 jam untuk sampai campsite), Gunung Papandayan juga terkenal dengan pemandangannya yang berganti-ganti dan gak membosankan. Pemandangan spektakuler pertama yang akan kita temui adalah bebatuan dan kawah belerang yang bikin kita berasa lagi di planet asing. Whoah.
![]() |
| Aliran air belerang menyusuri bebatuan besar |
![]() |
| Serasa di outer space |
Setelah area kawah dan bebatuan, kami disuguhi pemandangan hijau-hijau yang menyejukkan mata. Sebenarnya sudah ada track untuk menyusuri dinding gunung, tapi sayang ada bagian yang longsor, jadi kita terpaksa turun ke lembah dan naik lagi.
![]() |
| Turun ke lembah |
![]() |
| Area yang coklat adalah area yang longsor. Pemandangannya bagoooossshh :') |
Setelah sekitar 3,5 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di campsite Pondok Salada! Tanpa babibu kami langsung mendirikan tenda, beres-beres dan.... tidur siang! Hahaha, capek bok. Rencananya setelah tidur siang kami akan lanjut melihat padang Edelweiss. Ih ih ih ga sabaarr...
Perjalanan ke padang Edelweiss yang bernama Tegal Alun kami lakukan setelah tidur siang. Lagi-lagi mata kami dimanjakan pemandangan epik hutan mati yang keren banget, cocok nih buat shooting videoclip band indie.
![]() |
| Pasca Hutan Mati, siap menghadang Tanjakan Mamang yang terjal ini |
Setelah satu jam perjalanan, sampailah kita di Tegal Alun!
Tegal Alun luuuuaaaas banget. Beda dengan Surya Kencana yang luas lembahnya, Tegal Alun itu luas banget kumpulan Edelweiss-nya. Hamparan Edelweis seakan tak berujung, baguuuss! Sayang senja makin mendekat, kami pun kembali ke campsite, makan malam, main warewolf (yang terhenti karena gerimis), dan lalu menutup hari dengan istirahat.
Ketika subuh tiba, kami langsung bersiap ke tebing terdekat dari campsite untuk menikmati sunrise. 10 menit berjalan, kami sampai ke spot tersebut dan.......
![]() |
| Matahari dengan anggunnya muncul dari balik Gunung Cikuray. Subhanallah :') |
Hiking ceria kali ini benar-benar ceria, karena nggak hujan, pemandangan yang indah banget, dan teman-teman yang sangat menyenangkan dan kocak. Dan saya pertama kalinya naik gunung bareng pacar hihihihik :3
Sampai jumpa di hiking ceria selanjutnya!
Biaya Pendakian Papandayan (2014)
Bus Primajasa Jakarta (Terminal Lebak Bulus) - Garut (Terminal Guntur) 100.000 (pp)
Sewa angkot Terminal Guntur - Cisurupan 30.000 (pp)
Sewa mobil pick-up Cisurupan - Pos awal pendakian 40.000 (pp)
Tiket masuk & menginap Papandayan 4.000
Total = Rp 174.000 (belum termasuk bahan makanan dan penyewaan alat hiking yaaah)










papndayan di ketinggian brapa sih , kok keliatannya uda di atas awan...
ReplyDeletekeren
jadi kangen papandaya melihat fotomu mbak.. oiya, aku belum sampe nemu matahari terbit dr balik cikuray disana :'(
ReplyDelete