Monday, June 16, 2014

Balada Ketinggalan Handphone di Flores

Perjalanan panjang rasanya kurang greget kalau gak ada dramanya. Salah satu drama di trip #KomodoFloresTrip ini adalah tertinggalnya handphone saya di Desa Denge, desa kecil terakhir sebelum pendakian ke Desa Adat Waerebo.

Alkisah setelah turun dari Waerebo, saya dan teman-teman menumpang mandi dan makan di homestay Denge milik Bapak Blasius, salah satu keturunan dan pengurus Waerebo. Setelah mandi, saya memakai handphone saya untuk mencari arah kiblat. Beres shalat, kami pun pamit dan dadah-dadah dengan Pak Blasius.

Perjanan kembali ke Kota Ruteng dari Denge berjalan lancar selama 4 jam. Sampai di Ruteng, kami mampir ke Katedral Ruteng untuk foto-foto dan ketika berniat mengeluarkan handphone dari tas, ternyata handphone saya gak ada! Jengjet!

Tanpa perlu berfikir terlalu panjang, saya langsung sadar kalau handphone saya ketinggalan di homestay Denge, letaknya pun saya masih inget, di jendela dekat tempat saya shalat . Hwaaaaaaaa!!

Supaya kebayang, inilah peta Ruteng - Denge - Waerebo

#KomodoFloresTrip 2014

Setelah proses menabung panjang, melek tengah malam ngerjain sidejob, deg-degan minta approval cuti dari bos, dan melewati beberapa long weekend tanpa jalan-jalan sama sekali, saya berhasil juga melaksanakan "The Big Trip" yang saya cita-citakan selama ini... #KomodoFloresTrip 2014!

Kalau sesuai rencana, seharusnya saya akan menghabiskan 11 hari mulai dari mendarat di Lombok, berlayar melalui Kepulauan Komodo sampai Labuan Bajo, lanjut perjalanan darat ke Ende. Semua bermodalkan 5 hari cuti dan 2 hari libur yang menjepit satu minggu.

Namun manusia hanya bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan pada akhirnya. Dua hari sebelum tanggal pulang saya ke Jakarta, Gunung Sangian di NTB meletus sehingga penerbangan hari itu sampai hari saya pulang di-cancel semua. Saya pun baru bisa kembali pulang di hari ke-14 yang membuat liburan saya jadi tepat pas 2 minggu hahaha.

Kesimpulan dari trip saya adalah, Indonesia itu cantik sekali! Indah sekali! Beneran deh, saya merasa gak ada sudut yang gak cantik dan indah selama perjalanan #KomodoFloresTrip ini. Orang-orang yang saya temui selama perjalanan juga baik-baik sekali. Puji Tuhan :)

Detail tiap tempat nanti dipisah di post-post lain yah, ini dia foto-foto highlight perjalanan saya! Hihuy!

Danau air asin Pulau Satonda

Monday, April 7, 2014

The Big Plan

Tahun lalu, di bulan April seperti saat ini saya pasti sudah heboh merencanakan trip-trip kecil di long weekend atau weekend getaway kesana kesini. Kalau bisa jalan tiap weekend, bisa hajar terus! Tahun lalu rekor saya 3 weekend berturut-turut traveling, untung masih dianggap anak pas pulang ke rumah haha.

Sayangnya tahun ini saya gak bisa se-impulsif tahun lalu karena di tahun ini saya punya "big plan" yang berupa satu trip besar. Trip ini akan jadi trip terlama dan termahal saya seumur hidup :') Tapi insyallah akan jadi yang paling istimewa juga.

It's gonna be a place where the sun rises earlier than the land I'm living in.



It's somewhere in the east...
And I can't wait!!

Hiking Ceria Gunung Papandayan, Garut.

Setiap tahunnya, anak-anak kantor saya mengadakan naik gunung bareng. Kalau tahun-tahun sebelumnya kami pergi ke Gunung Gede, tahun 2014 ini kami berangkat ke Gunung Papandayan! Yihaaa!

Kata orang-orang sih, Papandayan cocok banget untuk pendaki pemula karena jalurnya yang nggak terlalu panjang. Maka dari itu pula, 2 hari weekend cukup untuk pendakian plus perjalanan bolak-balik Jakarta-Garut yang memakan waktu 6 jam menggunakan bus Primajasa yang mangkal di terminal Lebak Bulus.

Setelah menghabiskan sisa malam dan subuh di masjid yang gak jauh dari terminal Guntur, kami menyewa angkot menuju Pasar Cisurupan. Di area ini, sudah banyak mobil pick-up yang siap mengantar kita menuju pos pertama pendakian dengan ongkos 20 ribu rupiah perorang. Perjalanan naik pick-up ini luar biasa sensasinya karena jalanan yang kita lewatin itu super jelek dan rusak!

Siap-siap di pos pertama

Thursday, March 13, 2014

Campuhan Ridge Walk, Ubud, Bali.

Weekend lalu saya mengunjungi Ubud, Bali untuk mengikuti Bali Service Jam. Tiga hari saya di Bali akan dihabiskan 2 hari penuh untuk workshop dan 1 hari terakhir untuk jalan-jalan sedikit di sekitar Ubud karena sore harinya harus kembali ke bandara di Denpasar.

Karena sadar waktu di hari terakhir hanya sedikit, saya memutuskan untuk gak ambisius membuat deretan itinerary panjang dan padat seperti biasanya :p Tujuan utama saya cuma satu yaitu jalan pagi santai di Campuhan Ridge Walk alias jalan setapak diatas bukit.

Titik awal Campuhan Ridge Walk berada 1 km ke arah barat dari Pasar Ubud, yang saya lalui dengan berjalan kaki. Ketika berjalan perhatikan sisi kanan jalan, pintu masuk (yang lebih cocok disebut gang) berada di sebelah kiri pintu masuk Warwick Ibah Villa.

Masuk gang sebelah kiri yah, jangan yang kanan. Haha.